Konflik
sains dan agama
Dalam
sejarah manusia, sains dan agama lebih sering bersebrangan daripada
berdampingan. Galileo dan Darwin adalha salah satu ilmuwan yang mendapatkan
predikat sesat karena bertentangan degan gereja.
Sedangkan
di pihak intelektual juga menuding kaum agamawan secara irrasional. Karl Marx,
Nietzche, Freud, adalah salah satu contoh. Karl Marx, misalnya, menuduh agama
sebagai candu, Freud menilainya sebagai penyakit neorusis, dan Nietzche
mendeklarasikan kematian tuhan, serta beberapa tokoh lainnya.
Dalam
perkembangannya sains lebih superior dan memenagkan konflik tersebut, ditambah
lagi setelah masa pencerahan (Enlightenment) dan revolusi industri di
Inggris. Peradaban modern yang bersumber rasionalisme Descartes semakin
mejelit. Bahkan, Carl Sagan menyimpulkan bahwa tak ada campur tangan manusia
dalam penciptaan alam semesta ini. Karena itulah, agamawan menilai kalangan saintis
sebagai ateisme.
Teras

